Tuesday, 17 February 2026
Ibs
An-Nawawi Islamic Boarding School– Pondok Pesantren An-Nawawi Islamic Boarding School kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak kader dakwah yang mumpuni. Sebanyak empat santri pilihan secara resmi dinyatakan siap diberangkatkan untuk mengemban amanah sebagai Imam di Masjid Daerah Kota Makassar, Gowa dan Bantaeng
Keenam santri tersebut adalah:
1. Putradi Masjid Nurul Huda Bumi Zarindah Gowa
2. Adam di Masjid Darul Intiqol Alauddin 2 Makassar
3. Ridwan Dg. Naba di Masjid Baiturrahman Samata Gowa
4. Essenza Baiturrahman Samata Gowa
5. Takbir di Masjid Sahrul Mubarak Bantaeng
6. Izhar di Masjid Al Iklas Bantaeng
Penugasan ini bukan sekedar rutinitas, melainkan bagian dari program pengabdian santri kepada masyarakat. Mereka akan ditempatkan di titik-titik strategis, termasuk Masjid Daerah di jantung Kota Makassar, wilayah Samata, Kabupaten Gowa, dan Bantaeng yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan pemukiman padat.
Para santri ini telah melewati serangkaian seleksi ketat di internal pondok, mulai dari uji kelancaran hafalan Al-Qur'an (tahfidz), kefasihan tajwid, hingga pemahaman fiqih salat.
"Ini adalah bukti bahwa kurikulum yang kami terapkan tidak hanya fokus pada teori, tapi juga kesiapan mental santri untuk terjun langsung memimpin umat," ujar ketua yayasan Dr. Abudzar Al Qifari, M.Pd.I.
Kehadiran para santri muda ini diharapkan dapat memberi warna baru bagi syiar Islam di masjid-masjid tempat mereka bertugas. Selain memimpin salat rawatib, mereka juga memimpin solat tarwih.
Besar harapan dengan kehadiran para santri muda ini dapat memberi warna baru bagi syiar Islam di masjid-masjid tempat mereka bertugas.
Penulis: Bakriatul Husna
Keenam santri tersebut adalah:
1. Putradi Masjid Nurul Huda Bumi Zarindah Gowa
2. Adam di Masjid Darul Intiqol Alauddin 2 Makassar
3. Ridwan Dg. Naba di Masjid Baiturrahman Samata Gowa
4. Essenza Baiturrahman Samata Gowa
5. Takbir di Masjid Sahrul Mubarak Bantaeng
6. Izhar di Masjid Al Iklas Bantaeng
Penugasan ini bukan sekedar rutinitas, melainkan bagian dari program pengabdian santri kepada masyarakat. Mereka akan ditempatkan di titik-titik strategis, termasuk Masjid Daerah di jantung Kota Makassar, wilayah Samata, Kabupaten Gowa, dan Bantaeng yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan pemukiman padat.
Para santri ini telah melewati serangkaian seleksi ketat di internal pondok, mulai dari uji kelancaran hafalan Al-Qur'an (tahfidz), kefasihan tajwid, hingga pemahaman fiqih salat.
"Ini adalah bukti bahwa kurikulum yang kami terapkan tidak hanya fokus pada teori, tapi juga kesiapan mental santri untuk terjun langsung memimpin umat," ujar ketua yayasan Dr. Abudzar Al Qifari, M.Pd.I.
Kehadiran para santri muda ini diharapkan dapat memberi warna baru bagi syiar Islam di masjid-masjid tempat mereka bertugas. Selain memimpin salat rawatib, mereka juga memimpin solat tarwih.
Besar harapan dengan kehadiran para santri muda ini dapat memberi warna baru bagi syiar Islam di masjid-masjid tempat mereka bertugas.
Penulis: Bakriatul Husna