Friday, 21 November 2025
Smp
SMP IT An Nawawi Islamic Boarding School-berkomitmen penuh untuk menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam melahirkan generasi Qur'ani dan berprestasi, tetapi juga menjamin lingkungan belajar yang bebas dari segala bentuk kekerasan dan praktik ketidakjujuran.
Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan sekolah, SMP IT An Nawawi Islamic Boarding School secara tegas mendeklarasikan diri sebagai sekolah anti bullying dan anti pungli.
"Di lingkungan SMP IT An Nawawi Islamic Boarding School ikatan antara santri sangat kuat. Oleh karena itu, memastikan tidak ada praktik bullying menjadi prioritas utama. Bullying didefinisikan sebagai tindakan kekerasan atau intimidasi yang dilakukan secara berulang, baik secara fisik, verbal, emosional, maupun siber." Ucap Mutiah Sumarno sebagai kepala SMP IT. (Kamis 19/11/2025).
Beberapa bentuk pencegahan agar tercipta lingkungan sekolah yang senantiasa anti bullying dan pungli ialah:
1. Landasan Agama sebagai Benteng Pertahanan
Kurikulum di SMP IT An Nawawi secara intensif menanamkan nilai-nilai Akhlakul Karimah (akhlak mulia). Santri diajarkan bahwa merendahkan, menyakiti, atau mengintimidasi sesama adalah tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam (seperti firman Allah dalam QS. Al-Hujurat: 11 tentang larangan mengolok-olok).
2. Program Pencegahan yang Komprehensif
Seperti dibentuknya sistem pengawasan terstruktur: Seluruh Musyrif (Pembimbing Asrama) dan guru, dilatih untuk peka terhadap tanda-tanda bullying dan menjadi agen perubahan positif di lingkungan asrama maupun sekolah.
Selain itu saluran pelaporan aman, sekolah berpegang teguh untuk tetap menjaga rahasia setiap pengadu. aduan rahasia dan akses langsung ke konselor (Guru BK) dan Musyrif akan ditindaklanjuti dengan cepat, adil, dan tidak membuka identitas pengadu.
Bukan hanya itu SMP IT An Nawawi Islamic boarding school menerapkan kebijakan "Zero Tolerance". Jika terjadi kasus bullying, sanksi yang diberikan tidak hanya bersifat hukuman, tetapi juga edukatif dan rehabilitatif. Tujuannya adalah menyadarkan pelaku dan mendampingi korban hingga pulih.
Selain menolak bully SMP IT An Nawawi Islamic boarding school juga menolak anti pungli. Mengapa hal ini diterapkan? Sebab, menjunjung Tinggi Integritas kelembagaan sebagai institusi pendidikan yang berbasis agama, kejujuran (Shidiq) dan integritas adalah pilar utama.
SMP IT An Nawawi berkomitmen untuk transparan dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan, sehingga memastikan sekolah ini bebas dari praktik Pungutan Liar (Pungli).
Berikut bentuk transparansi SMP IT An Nawawi Islamic Boarding school.
1. Transparansi Keuangan Total
Semua rincian biaya pendidikan, mulai dari SPP, uang makan, hingga iuran kegiatan, disajikan secara terperinci dan terbuka kepada seluruh wali santri sebelum tahun ajaran dimulai. Tidak ada biaya tersembunyi (hidden cost) yang muncul secara tiba-tiba tanpa persetujuan komite sekolah.
2. Prosedur Pembayaran yang Resmi
Semua transaksi pembayaran dilakukan melalui rekening resmi lembaga dengan bukti transfer atau kuitansi cetak yang sah. Staf atau guru dilarang keras menerima pembayaran tunai di luar prosedur resmi yang telah ditetapkan oleh bagian tata usaha (TU) atau bendahara sekolah.
3. Edukasi Anti-Korupsi Sejak Dini
Santri diajarkan tentang bahaya korupsi dalam skala kecil sekalipun, termasuk praktik Pungli. Pelajaran ini diintegrasikan dalam materi Fikih Muamalah dan diskusi keagamaan, menekankan bahwa mengambil hak orang lain adalah perbuatan yang haram dan merusak tatanan sosial.
4. Mekanisme Pengawasan Internal
Wali santri dan pengurus komite didorong untuk aktif berpartisipasi dalam mengawasi dan memberikan masukan terkait pengelolaan dana. Jika ditemukan adanya permintaan dana yang tidak jelas dasarnya oleh oknum mana pun (guru, staf, atau musyrif), sekolah menjamin akan mengambil tindakan disipliner yang tegas hingga pemecatan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa SMP IT An Nawawi Islamic Boarding School bukan hanya tempat santri menghafal Al-Qur'an dan meraih prestasi akademik, tetapi juga tempat mereka tumbuh menjadi pribadi yang berani, berempati, dan berintegritas. Dengan kebijakan Anti-Bullying dan Anti-Pungli, sekolah ini berupaya menciptakan lingkungan yang tauhidik (berbasis ketuhanan), di mana setiap santri merasa aman, dihargai, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang adil dan jujur. (19/11/2025)
Penulis: Bakriatul Husna
Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan sekolah, SMP IT An Nawawi Islamic Boarding School secara tegas mendeklarasikan diri sebagai sekolah anti bullying dan anti pungli.
"Di lingkungan SMP IT An Nawawi Islamic Boarding School ikatan antara santri sangat kuat. Oleh karena itu, memastikan tidak ada praktik bullying menjadi prioritas utama. Bullying didefinisikan sebagai tindakan kekerasan atau intimidasi yang dilakukan secara berulang, baik secara fisik, verbal, emosional, maupun siber." Ucap Mutiah Sumarno sebagai kepala SMP IT. (Kamis 19/11/2025).
Beberapa bentuk pencegahan agar tercipta lingkungan sekolah yang senantiasa anti bullying dan pungli ialah:
1. Landasan Agama sebagai Benteng Pertahanan
Kurikulum di SMP IT An Nawawi secara intensif menanamkan nilai-nilai Akhlakul Karimah (akhlak mulia). Santri diajarkan bahwa merendahkan, menyakiti, atau mengintimidasi sesama adalah tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam (seperti firman Allah dalam QS. Al-Hujurat: 11 tentang larangan mengolok-olok).
2. Program Pencegahan yang Komprehensif
Seperti dibentuknya sistem pengawasan terstruktur: Seluruh Musyrif (Pembimbing Asrama) dan guru, dilatih untuk peka terhadap tanda-tanda bullying dan menjadi agen perubahan positif di lingkungan asrama maupun sekolah.
Selain itu saluran pelaporan aman, sekolah berpegang teguh untuk tetap menjaga rahasia setiap pengadu. aduan rahasia dan akses langsung ke konselor (Guru BK) dan Musyrif akan ditindaklanjuti dengan cepat, adil, dan tidak membuka identitas pengadu.
Bukan hanya itu SMP IT An Nawawi Islamic boarding school menerapkan kebijakan "Zero Tolerance". Jika terjadi kasus bullying, sanksi yang diberikan tidak hanya bersifat hukuman, tetapi juga edukatif dan rehabilitatif. Tujuannya adalah menyadarkan pelaku dan mendampingi korban hingga pulih.
Selain menolak bully SMP IT An Nawawi Islamic boarding school juga menolak anti pungli. Mengapa hal ini diterapkan? Sebab, menjunjung Tinggi Integritas kelembagaan sebagai institusi pendidikan yang berbasis agama, kejujuran (Shidiq) dan integritas adalah pilar utama.
SMP IT An Nawawi berkomitmen untuk transparan dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan, sehingga memastikan sekolah ini bebas dari praktik Pungutan Liar (Pungli).
Berikut bentuk transparansi SMP IT An Nawawi Islamic Boarding school.
1. Transparansi Keuangan Total
Semua rincian biaya pendidikan, mulai dari SPP, uang makan, hingga iuran kegiatan, disajikan secara terperinci dan terbuka kepada seluruh wali santri sebelum tahun ajaran dimulai. Tidak ada biaya tersembunyi (hidden cost) yang muncul secara tiba-tiba tanpa persetujuan komite sekolah.
2. Prosedur Pembayaran yang Resmi
Semua transaksi pembayaran dilakukan melalui rekening resmi lembaga dengan bukti transfer atau kuitansi cetak yang sah. Staf atau guru dilarang keras menerima pembayaran tunai di luar prosedur resmi yang telah ditetapkan oleh bagian tata usaha (TU) atau bendahara sekolah.
3. Edukasi Anti-Korupsi Sejak Dini
Santri diajarkan tentang bahaya korupsi dalam skala kecil sekalipun, termasuk praktik Pungli. Pelajaran ini diintegrasikan dalam materi Fikih Muamalah dan diskusi keagamaan, menekankan bahwa mengambil hak orang lain adalah perbuatan yang haram dan merusak tatanan sosial.
4. Mekanisme Pengawasan Internal
Wali santri dan pengurus komite didorong untuk aktif berpartisipasi dalam mengawasi dan memberikan masukan terkait pengelolaan dana. Jika ditemukan adanya permintaan dana yang tidak jelas dasarnya oleh oknum mana pun (guru, staf, atau musyrif), sekolah menjamin akan mengambil tindakan disipliner yang tegas hingga pemecatan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa SMP IT An Nawawi Islamic Boarding School bukan hanya tempat santri menghafal Al-Qur'an dan meraih prestasi akademik, tetapi juga tempat mereka tumbuh menjadi pribadi yang berani, berempati, dan berintegritas. Dengan kebijakan Anti-Bullying dan Anti-Pungli, sekolah ini berupaya menciptakan lingkungan yang tauhidik (berbasis ketuhanan), di mana setiap santri merasa aman, dihargai, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang adil dan jujur. (19/11/2025)
Penulis: Bakriatul Husna