Wednesday, 08 April 2026
Ibs
An-Nawawi Islamic Boarding School – Dalam upaya memperluas wawasan keislaman serta memperkuat tata kelola lembaga, An-Nawawi Islamic Boarding School (IBS) melaksanakan kunjungan edukatif (Study Tour) ke Pondok Pesantren Kun Sholihan, Gunungkidul, DIY.
"Tim 11" An-Nawawi IBS yang ditugaskan langsung oleh yayasan tiba di lokasi pada Kamis, 2 April 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami sistem pendidikan berbasis asrama, sekaligus memahami lebih jauh mengenai implementasi nilai-nilai karakter dan kemandirian santri di lingkungan pesantren.
Setibanya di lokasi pada pukul 09.30 WIB, rombongan disambut hangat oleh jajaran pengurus pesantren dalam acara penyambutan khusus di Masjid Pondok Putri. Pimpinan Pondok Pesantren Kun Sholihan, Ust. Reki Abu Musa, Lc., M.H., memberikan kesempatan bagi Tim 11 untuk meninjau komponen utama pesantren. Diskusi mendalam pun terjalin, mulai dari metode pembentukan karakter, manajemen asrama, metode pengajaran kitab kuning, hingga unit usaha kreatif seperti budi daya alpukat, melati, dan peternakan domba.
Ketua Yayasan An-Nawawi IBS menegaskan bahwa pemilihan destinasi ini didasarkan pada keinginan agar Tim 11 dapat mempelajari kedisiplinan dan moderasi beragama secara praktis. "Kami ingin tim melihat langsung bagaimana pendidikan agama yang inklusif dan toleran diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Selama kegiatan, para peserta mengikuti berbagai agenda strategis, di antaranya:
"Tim 11" An-Nawawi IBS yang ditugaskan langsung oleh yayasan tiba di lokasi pada Kamis, 2 April 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami sistem pendidikan berbasis asrama, sekaligus memahami lebih jauh mengenai implementasi nilai-nilai karakter dan kemandirian santri di lingkungan pesantren.
Setibanya di lokasi pada pukul 09.30 WIB, rombongan disambut hangat oleh jajaran pengurus pesantren dalam acara penyambutan khusus di Masjid Pondok Putri. Pimpinan Pondok Pesantren Kun Sholihan, Ust. Reki Abu Musa, Lc., M.H., memberikan kesempatan bagi Tim 11 untuk meninjau komponen utama pesantren. Diskusi mendalam pun terjalin, mulai dari metode pembentukan karakter, manajemen asrama, metode pengajaran kitab kuning, hingga unit usaha kreatif seperti budi daya alpukat, melati, dan peternakan domba.
Ketua Yayasan An-Nawawi IBS menegaskan bahwa pemilihan destinasi ini didasarkan pada keinginan agar Tim 11 dapat mempelajari kedisiplinan dan moderasi beragama secara praktis. "Kami ingin tim melihat langsung bagaimana pendidikan agama yang inklusif dan toleran diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Selama kegiatan, para peserta mengikuti berbagai agenda strategis, di antaranya:
- Observasi Harian: Mengamati rutinitas santri mulai dari ibadah berjamaah hingga kegiatan tahfidz.
- Dialog Interaktif: Sesi diskusi bersama pengurus mengenai peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat dan dakwah.
- Tur Fasilitas: Meninjau unit kewirausahaan pesantren yang menjadi sarana melatih kemandirian ekonomi santri.
Kepala Sekolah SMP IT An-Nawawi, Mutiah Sumarno, S.Si., M.Si., mengaku terkesan dengan atmosfer di Kun Sholihan. "Awalnya saya mengira lingkungan pesantren akan sangat kaku, namun ternyata di sini sangat dinamis, menyenangkan, dan santrinya sangat ramah," ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup di kediaman pimpinan pondok dan pemberian kenang-kenangan pihak An Nawawi. Melalui kunjungan ini, diharapkan Tim 11 dapat membawa pulang inspirasi baru mengenai integritas moral dan semangat belajar yang tinggi.
Penulis: Miftahul Muflihah